Rabu, Juni 12, 2024

Latest Posts

Kecam Hoax soal Vaksinasi Lansia, PKS Dorong Pemerintah Selidiki Penyebarnya

Jakarta – Para lansia yang hendak divaksinasi COVID-19 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta di Jalan Hang Jebat Raya, Jakarta sempat mengantre panjang. PKS mengecam adanya kekacauan informasi terkait vaksinasi Corona.

“Adanya pesan hoax berupa broadcast via WA adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan harus dikecam. Hal ini dapat membingungkan masyarakat, terutama para lansia, karena adanya kekacauan informasi seputar vaksinasi,” kata Ketua DPP PKS Netty Prasetiyani kepada wartawan, Rabu (3/3/2021).

Netty meminta pemerintah mengambil sikap tegas. Anggota Komisi IX DPR RI itu meminta pemerintah menyelidiki pelaku di balik penyebaran hoax perihal vaksinasi lansia tersebut.

“Saya berharap pemerintah dapat segera mengambil sikap yang tegas dengan menyelidiki siapa pelaku di balik penyebaran pesan fiktif tersebut,” ujarnya.

Netty juga menilai kejadian antrean lansia itu menandakan adanya sosialisasi vaksinasi COVID-19 yang belum efektif. Ia pun berharap pemerintah melibatkan masyarakat dalam untuk menyukseskan sosialisasi vaksinasi Corona.

“Pemerintah melalui dinas kesehatan, puskesmas, serta fasilitas layanan kesehatan harus bekerja optimal dan menjadi aktor untuk mengedukasi masyarakat soal vaksin COVID-19. Pemerintah juga dapat menggandeng organisasi masyarakat lainnya agar sosialisasi berjalan efektif,” ucapnya.

Secara terpisah, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta, menyoroti adanya pesan hoax terkait vaksinasi lansia sangat merugikan. Ia mendorong pemerintah menelusuri siapa penyebar informasi tersebut.

“Itu yang disebut hoax. Berita palsu yang merugikan bahkan membahayakan orang lain. Yang seperti itu yang semestinya ditindak oleh petugas. Perlu ditelusuri siapa yang pertama membuat dan menyebarkan,” ujar Ketua DPP PKS itu.

“Perlu dipilah antara orang yang hanya ikut ikutan nyebar dan pembuatnya. Pembuatnya itu yang perlu dibina,” sambungnya.

Sukamta juga menyebut hoax masih menjadi PR besar pemerintah. Ia menilai seharusnya ada pembinaan dari agar masyarakat tidak mudah termakan hoax.

“PR pemerintah soal hoax ini besar. Mestinya bukan hanya memvonis ini hoax atau tidak, atau menangkap dan mengadili, tetapi lakukan pembinaan agar masyarakat tidak mudah termakan hoax,” tuturnya.

Diketahui, antrean vaksinasi lansia di BBPK Jakarta di Jalan Hang Jebat Raya, Jakarta, viral. Para lansia itu tampak menunggu giliran untuk divaksinasi.

Antrean itu terjadi pada Selasa (2/3/2021) kemarin dan hari ini. detikcom mengecek langsung ke lokasi. Per pagi tadi juga masih ada antrean tapi tidak sepanjang hari kemarin. Antrean lansia itu juga tidak lama, per pukul 11.20 WIB, para lansia yang sempat antre sudah masuk ke gedung BBPK untuk divaksinasi.

“Kejadian ini berawal dari penyebaran HOAKS broadcast via WA,” demikian cuit akun Kemenkes, dilihat Rabu (3/3).

Secara terpisah, Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan dr Maxi Rein Rondonuwu menerangkan pihak Kemenkes sudah mengatur antrean. Dia menduga besarnya animo masyarakat, khususnya para lansia, untuk divaksinasi itu akibat beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menyebutkan lansia bisa divaksinasi hanya menunjukkan KTP serta pemilik KTP non-DKI bisa divaksinasi di BBPK.

“Kita sudah atur yang datang itu lansia yang sudah… tapi yaitu WA-nya itu semua bisa dilayani di situ, orang baca WA dia datang. WA beredar, saya nggak tau WA-nya itu apa namanya itu sudah dari berbagai penjuru orang WA beredar luas,” papar Maxi.

“Padahal kita nggak pernah berikan publikasi keseluruhan, kita sudah atur dengan Dinkes untuk mengatur wilayah Puskesmas wilayah mana yang antreannya panjang bisa digeser ke situ, tapi orang kan animo tinggi orang pada datang,” imbuhnya.

Latest Posts

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.